BIREUEN - Kasus korupsi kini kembali mencuat di Kabupaten Bireuen.

Seorang mantan kepala sekolah dan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bireuen, kembali dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, mengeksekusi empat terpidana kasus korupsi di kabupaten tersebut, Rabu (11/12/2019).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Muhammad Junaedi SH MH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Saifuddin SH MH kepada Serambinews.com menyebutkan, keempat terpidana korupsi tersebut adalah berinisial D (mantan Kepala SMKN 1 Bireuen) dan mantan bendaharanya berinisial M.

"Terpidana berinisial D dan M tersebut, tersangkut kasus korupsi penyimpangan dana bantuan SMK Mandiri di SMK Negeri 1 Bireuen Tahun 2009," sebut Saifuddin.

Sedangkan terpidana korupsi lainnya yaitu berinisial Iw.


Ia tersandung kasus korupsi penyimpangan sisa dana uang persediaan (UP) Tahun 2011 pada Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Keuangan Daerah (DPKKD) Bireuen.

Terakhir, terpidana korupsi berinisial J.

Ia terpidana korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMP Negeri 2 Pandrah, Kecamatan Pandrah, Bireuen Tahun 2013.

"Terpidana D dan M harus menjalani hukuman kurungan penjara empat tahun, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 1976k/Pid.sus/2018 tanggal 14 Januari 2019," sebut Saifuddin.

Sedangkan terpidana Iw kurungan penjara selama satu tahun enam bulan, berdasarkan putusan MA Nomor 1887k/Pid.sus/2018, tanggal 19 November 2019.

"Sementara itu, terpidana berinisial J, berdasarkan putusan MA, Nomor 671k/Pid.sus/2019 Tanggal 23 Mei 2019,
akan menjalani hukuman penjara selama dua tahun," kata Saifuddin.

Ditambahkannya, keempat terpidana korupsi sejak Rabu (11/12/2019) sore ditahan di Lapas Kelas 2 Bireuen. (*)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/




Berita Terkait

0 Komentar

Kirim Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk mengirim sebuah komentar. Punya akun ? Login | Baru Daftar