Tim Kejari Bireuen dibantu Satreskrim Polres Bireuen menangkap Ruslan Kasim (48)

BIREUEN - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen dibantu anggota Satreskrim Polres Bireuen, menangkap Ruslan Kasim (48), bos pabrik kecap di Bireuen, Rabu (20/2/2019).

Ruslan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejari Bireuen sejak tiga tahun lalu. Warga Desa Meunasah Dayah, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen tersebut ditangkap di rumah orang tuanya di desa itu. Saat ditangkap, terpidana tidak melakukan perlawanan. Informasi yang diperoleh Serambinews.com, Ruslan Kasim divonis satu tahun penjara karena melakukan penyalahgunaan merek dagang.

Ruslan memiliki pabrik kecap di Desan Meunasah Dayah, Kota Juang. Ia menggunakan merek "Singa" yang diproduksi di Kota Langsa. Sementara kronologis penangkapan Ruslan berawal informasi dari Kejati Aceh kepada Kajari Bireuen. Kajari Bireuen memerintahkan tim intelijen dan pidsus untuk menangkap tersangka dibantu tim Sat Reskrim Polres Bireuen.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Mochamad Jeffry SH MHum, melalui Kasie Pidana Umum (Pidum), Teuku Hendra SH MH didampingi Kasi Intelijen Fri Wisdom SH mengatakan, Ruslan sudah menjadi terpidana masuk DPO selama tiga tahun.

Ruslan dipidana karena bisnis kecap atau merek kecap yang disalahgunakan. "Yaitu milik kecap Singa Langsa disalahgunakan oleh terpidana atas nama CV Al-Mizan milik Ruslan," kata Hendra.

Ruslan melanggar Pasal 91 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek. Terpidana dijadikan DPO sejak tahun 2016 hingga 2019. "Selanjutnya terpidana setelah diamankan di Kantor Kejaksaan Bireuen, langsung kita jebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bireuen untuk menjalani masa hukumannya selama satu tahun," sebut Hendra. Sementara itu, Ruslan mengaku sudah melakukan bisnis kecap tersebut sejak tahun 2013. Tahun 2014 ditangkap karena memakai merek perusahaan orang lain. Kasusnya ditangani Kejari hingga ke persidangan di Pengadilan Negeri Bireuen. Namun dari penyidikan sampai putusan, 2014 hingga 2015, Ruslan tidak ditahan. Tahun 2015, Kejari Bireuen menuntut Ruslan 2 tahun penjara.

Sementara itu, Ruslan mengaku sudah melakukan bisnis kecap tersebut sejak tahun 2013. Tahun 2014 ditangkap karena memakai merek perusahaan orang lain. Kasusnya ditangani Kejari hingga ke persidangan di Pengadilan Negeri Bireuen. Namun dari penyidikan sampai putusan, 2014 hingga 2015, Ruslan tidak ditahan. Tahun 2015, Kejari Bireuen menuntut Ruslan 2 tahun penjara.

Sumber: serambinews.com 

Berita Terkait

0 Komentar

Kirim Komentar

Anda harus login terlebih dahulu untuk mengirim sebuah komentar. Punya akun ? Login | Baru Daftar